Menutup tahun 2025 dari titik nol. Wapres Gibran tuntaskan kunjungan di IKN dengan pesan menyentuh, IKN bukan soal beton dan baja, tapi soal manusia dan toleransi. Intip progres Masjid Negara dan Basilika perdana Indonesia yang hampir rampung!
TITIKNOL.ID, NUSANTARA – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, resmi menuntaskan rangkaian kunjungan kerjanya di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Rabu siang (31/12/2025).
Sekitar pukul 12.00 Wita, Wapres Gibran beserta rombongan bertolak menuju Jakarta melalui Bandara VVIP IKN, membawa pesan kuat tentang keberlanjutan masa depan Nusantara.
Sebelum meninggalkan Bumi Etam, Gibran menyempatkan diri melakukan final check dengan berkeliling Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dan Istana Presiden.
Peninjauan ini menjadi penegasan bahwa seluruh proyek strategis, termasuk Istana Wakil Presiden, bergerak presisi sesuai dengan peta jalan yang telah ditetapkan.
Dalam pernyataan tertulisnya, Wapres Gibran menegaskan bahwa pemerintah tidak akan surut dalam mewujudkan IKN Nusantara sebagai pusat peradaban baru. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo berkomitmen kuat memastikan target tercapai sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025,” tegas Gibran.
Lebih dari Sekadar Beton dan Baja
Bagi Gibran, IKN bukan sekadar proyek konstruksi megah. Ia menekankan visi IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan warga lokal.
IKN diharapkan menjadi magnet bagi generasi muda terbaik bangsa untuk berkontribusi langsung membangun tanah air.
Salah satu bukti nyata yang ditinjau adalah Masjid Negara, yang progresnya kini telah mencapai 98,40 persen.
Bangunan megah setinggi empat lantai ini dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga simpul sosial di KIPP.
Tak jauh dari sana, Gereja Basilika Nusantara juga menunjukkan progres menggembirakan sebesar 97,5 persen.
Menjadi Basilika pertama di Indonesia dengan kapasitas 1.600 umat, rumah ibadah ini ditargetkan rampung pada Februari 2026.
Kehadirannya bersama Masjid Negara akan menjadi simbol abadi toleransi dan inklusivitas di jantung ibu kota.

Sentuhan Humanis di Balik Megaproyek
Suasana hangat sempat tercipta saat Wapres menyapa langsung para pekerja konstruksi yang menjadi ujung tombak pembangunan.
Tanpa sekat, Gibran melayani permintaan foto bersama, sebuah gestur yang menunjukkan bahwa IKN dibangun atas dasar kerja kolektif dan semangat gotong royong.
Kunjungan ini ditutup dengan optimisme tinggi.
Di penghujung tahun 2025, IKN mengirimkan pesan tegas kepada dunia pembangunan terus melaju menuju pusat pemerintahan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Interaksi tanpa Sekat
Matahari akhir tahun 2025 memang menyengat, namun magnet Ibu Kota Nusantara (IKN) terbukti jauh lebih kuat.
Ribuan pelancong yang memadati pusat pemerintahan pada Rabu (31/12/2025) tak hanya disuguhi pemandangan megah konstruksi masa depan, melainkan sebuah pertemuan tak terduga dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Agenda yang semula tampak sebagai peninjauan birokrasi kaku, mendadak berubah menjadi panggung keakraban.
Tanpa pengawalan yang membatasi, sang Wakil Presiden melangkah mendekati kerumunan, memecah suasana formal menjadi momen emosional yang menyentuh hati masyarakat.
Salah satu saksi mata, Widia, wisatawan asal Samarinda, tampak masih terpaku saat menceritakan pengalamannya. Baginya, melihat rupa IKN secara langsung sudah menjadi kepuasan tersendiri, namun bersalaman dengan pemimpin negara di lokasi tersebut adalah bonus yang luar biasa.
“Pertemuan ini di luar ekspektasi saya. Melihat kemajuan fisik IKN saja sudah membuat hati bergetar, apalagi bisa bertegur sapa langsung dengan Pak Wapres di lokasi bersejarah ini,” ucapnya penuh haru.
Gawai para pengunjung pun tak berhenti bekerja. Sesi swafoto massal menjadi pemandangan unik di antara alat-alat berat, seolah menegaskan bahwa kota ini memang dirancang untuk merangkul setiap lapisan masyarakat.
Kehadiran Gibran di tengah publik bukan tanpa makna. Mahmud, pengunjung lainnya, menangkap sinyal kuat bahwa proyek raksasa ini merupakan kerja besar untuk seluruh rakyat, bukan sekadar urusan segelintir elite di Jakarta.
“Langkah pemimpin yang mau menginjakkan kaki di debu proyek bersama warga seperti ini membuat kami merasa menjadi bagian dari pembangunan. IKN ini adalah milik kita bersama, dari rakyat untuk rakyat,” tutur Mahmud optimistis.
Tak hanya pelancong, para buruh bangunan yang sedang berjibaku dengan struktur baja pun mendapatkan porsi perhatian.
Dialog-dialog pendek yang terjadi menciptakan suntikan semangat baru bagi mereka yang bertugas membangun peradaban di sana.

Menatap Fajar 2026 dengan Keyakinan
Bagi publik yang hadir, kunjungan ini merupakan jawaban nyata atas tanda tanya mengenai keberlanjutan proyek ibu kota baru.
Kehadiran Gibran di hari pamungkas tahun 2025 seolah menjadi jaminan bahwa estafet pembangunan tetap terjaga.
Wandi, seorang warga yang turut menyaksikan momen tersebut, berharap IKN berevolusi menjadi kota yang welas asih dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
“Kami ingin melihat Nusantara tumbuh sebagai pusat kekuatan Indonesia yang tetap punya hati bagi rakyat kecil,” harapnya.
Saat senja mulai turun menutup lembaran tahun 2025, suasana di KIPP meninggalkan satu kesan kolektif: sebuah keyakinan bahwa Indonesia sedang melangkah ke arah yang benar melalui kolaborasi erat antara pemimpin dan rakyatnya.
(*)












