BerauTitiknolKaltim

Dukung Swasembada Pangan Berau, Infrastruktur Jalan Tabalar jadi Prioritas Musrenbang 2026

49
×

Dukung Swasembada Pangan Berau, Infrastruktur Jalan Tabalar jadi Prioritas Musrenbang 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Petani Indonesia. Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menorehkan prestasi gemilang dalam aspek ketahanan pangan. Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kaltim, yang mencakup ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan, pada periode 2025 ini berhasil mencapai angka 80,82.

Kabar baik bagi petani dan pelaku wisata di pesisir Berau! Akses jalan usaha tani kini jadi prioritas utama pemerintah. Akankah Tabalar jadi pusat pangan baru di Kalimantan Timur?

TITIKNOL.ID, TANJUNG REDEB – Peningkatan infrastruktur jalan kampung di wilayah Tabalar, Kabupaten Berau, menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pesisir tahun ini.

Langkah ini diambil untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menjadi urat nadi distribusi sektor pertanian dan pariwisata.

Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) memastikan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut dilakukan secara berkelanjutan, selaras dengan kebijakan nasional.

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, mengungkapkan bahwa pembangunan pada tahun 2025 telah rampung 100 persen.

Pelaksanaannya mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.

Dua lokasi strategis yang berhasil tuntas dikerjakan adalah:

  • Ruas Semurut: Sepanjang 41 meter.
  • Ruas Buyung-Buyung–Simpang Kaliurang–Talisayan: Sepanjang 27 meter.

“Alhamdulillah, program Inpres Jalan Daerah 2025 telah selesai seluruhnya. Akses yang lebih baik ini sangat membantu petani dalam memperlancar distribusi hasil produksi dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Junaidi kepada media, Kamis (5/2/2026).

Menatap tahun 2026, DPUPR Berau telah bergerak cepat dengan mengajukan usulan prioritas baru ke kementerian terkait sejak 9 Januari lalu.

Terdapat dua fokus utama yang diusulkan untuk mendapatkan dukungan dana Inpres:

Jalan Usaha Tani Muara Radak: Difokuskan untuk mengintegrasikan sektor pertanian dengan potensi pariwisata lokal.

Jalan Usaha Tani Semurut: Peningkatan jalan menuju dermaga guna mendukung mobilitas di sepanjang lahan pertanian produktif.

“Usulan tahun 2026 kami fokuskan pada jalan usaha tani dan akses kawasan strategis. Tujuannya jelas: meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat secara riil di lapangan,” tambah Junaidi.

Baca Juga:   Terima Laporan KPU dan Bawaslu, Irawan Heru Dorong Sukseskan Pilkada 2024 Melalui Peningkatan Partisipasi Pemilih

Rencana Jangka Panjang 2027 

Tak berhenti di situ, pemerintah daerah juga telah menyusun rencana kerja (Renja) untuk tahun 2027.

Salah satu agenda besarnya adalah penanganan ruas jalan Tabalar–Muara sepanjang 1,9 kilometer yang saat ini masih berupa jalan tanah.

Sebagai langkah awal, prioritas akan diberikan pada penanganan sepanjang 300 meter, terutama pada titik-titik yang memiliki jembatan.

Junaidi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran namun tetap berkelanjutan.

Dengan sinergi antara APBD dan Dana Inpres pusat, Pemkab Berau optimis sektor pertanian, swasembada pangan, hingga pariwisata di wilayah pesisir akan berkembang pesat, seiring dengan semakin mulusnya akses transportasi bagi warga “Bumi Batiwakkal.”

(*)