Politik

Safari Ramadan PSI, Kaesang Pangarep Sowan ke Ulama Kharismatik Banten

101
×

Safari Ramadan PSI, Kaesang Pangarep Sowan ke Ulama Kharismatik Banten

Sebarkan artikel ini
Kaesang menyambangi gedung Dewas KPK. (Foto: dok. istimewa)

Sowan ke Abuya Muhtadi, Kaesang Pangarep Awali Safari Ramadan PSI dari Tanah Pandeglang

TITIKNOL.ID, PANDEGLANG – Mengawali momentum Ramadan 1447 H, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep memulai rangkaian safari religi ke sejumlah pondok pesantren di tanah air.

Provinsi Banten terpilih menjadi titik awal perjalanan silaturahmi jajaran elit partai berlambang bunga mawar tersebut.

Tiba di Pandeglang pada Kamis (26/2/2026) sore, Kaesang yang didampingi Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, langsung menuju kediaman ulama kharismatik Banten sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Roudotul Ulum Cidahu, Abuya Muhtadi Dimyathi.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Kaesang tampil religius mengenakan baju muslim putih lengkap dengan peci cokelat. Usai dari Cidahu, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pondok Pesantren Fathul Ma’ani yang juga berlokasi di wilayah Pandeglang.

Mendekat untuk Belajar, Bukan untuk Suara

Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, menegaskan bahwa kunjungan ke berbagai pesantren ini murni bertujuan untuk silaturahmi dan pembelajaran bagi kader, bukan demi kepentingan elektoral sesaat.

Hal ini tercermin dari aktivitas Kaesang yang tampak membaur dengan para santri, memberikan kuis-kuis bernuansa ramadan, dan berdialog santai tanpa membawa atribut kampanye yang mencolok.

“Bagi PSI, ini momen penting untuk mendekatkan partai dan melihat langsung kehidupan pondok pesantren. Saya selalu sampaikan kepada kader: jadikan pesantren sebagai tempat belajar moral dan budaya,” ungkap Ahmad Ali di sela-sela kunjungan.

Pesan Tegas: Pesantren Jangan Jadi Alat Politik

Lebih jauh, Ali mengingatkan seluruh kader PSI agar selalu menjadikan ulama dan kiai sebagai rujukan batin ketika menghadapi persoalan hidup, terutama saat jenuh dengan hiruk-pikuk aktivitas politik. Namun, ia memberikan garis tegas mengenai etika dalam berpolitik di ruang religi.

Baca Juga:   DPRD PPU Dorong RSUD Jadi Rumah Sakit Rujukan Jelang Pemindahan IKN, Usul Tambah Insentif Dokter

“Jadikan kiai sebagai guru ketika batin lelah mengurus politik. Tapi, jangan pernah menjadikan kiai dan pondok pesantren sebagai alat politik untuk memenangkan partai,” tegasnya.

Safari Serentak di Seluruh Indonesia

Ahmad Ali menjelaskan bahwa safari Ramadan ini dilakukan secara masif dan serentak oleh seluruh tingkatan pengurus PSI, mulai dari DPP, DPW, hingga DPD.

“Besok kegiatan berlanjut ke Jakarta, lalu menyisir Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat. Rekan-rekan lain, termasuk Sekjen, juga berpencar ke NTB dan kota-kota besar lainnya di seluruh Indonesia untuk menyelaraskan perkataan dan perbuatan kader di lapangan,” pungkasnya.

(*)