PenajamTitiknolKaltim

Bendung Lawe-Lawe Jadi Titik Kritis, AMDT PPU Kejar Penambahan Kapasitas Embung

15
×

Bendung Lawe-Lawe Jadi Titik Kritis, AMDT PPU Kejar Penambahan Kapasitas Embung

Sebarkan artikel ini
Direktur AMDT PPU Abdul Rasyid mengatakan pembahasan antisipasi kemarau sudah dilakukan bersama Pemkab PPU, Jumat (10/4/2026).

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Ancaman krisis air baku saat musim kemarau mulai dipetakan Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU. Dari sejumlah wilayah, Bendung Lawe-Lawe disebut paling rawan dan mendesak untuk segera ditangani.

Direktur AMDT PPU, Abdul Rasyid, mengatakan pembahasan antisipasi kemarau sudah dilakukan bersama Pemkab PPU.

Salah satu langkah yang didorong yakni mengalihkan anggaran pusat sekitar Rp30 miliar untuk penguatan kapasitas tampungan air di kawasan embung Lawe-Lawe.

Usulan itu kini tengah dibawa ke Kementerian Pekerjaan Umum oleh bupati.

“Yang paling kita khawatirkan sekarang Lawe-Lawe untuk segera ditangani. Proyeknya harus bisa menaikkan embung supaya ada cadangan air baku,” jelas Rasyid.

Persoalan utama di Lawe-Lawe adalah kapasitas embung yang terbatas. Saat debit tinggi, air justru melimpas dan terbuang ke laut karena tampungan sudah penuh.

Situasi ini menjadi ironi di tengah ancaman kekeringan.

“Air sebenarnya ada, tapi tidak tertahan. Begitu penuh langsung terbuang. Ini yang ingin kita atasi,” jelasnya.

Karena itu peningkatan kapasitas mesti dilakukan dengan menambah ketinggian embung, bukan memperdalam embung.

Langkah ini dipilih untuk menghindari risiko jaringan pipa migas yang berada di bawah area tersebut.

“Kami rencanakan penambahan ketinggian antara dua sampai tiga meter untuk memperbesar daya tampung air baku,” kata Rasyid.

Selain itu, proyek ini juga didorong punya nilai tambah. Kawasan embung yang luasnya mencapai belasan hektare dinilai berpotensi dikembangkan menjadi ruang publik.

“Kalau bisa, tidak sekadar tampungan air. Tapi juga punya fungsi lain, seperti kolam retensi sekaligus kawasan yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Rasyid.

Rasyid menegaskan upaya peningkatan kapasitas embung tetap akan dilakukan meski usulan anggaran tidak sepenuhnya terealisasi. Fokus utamanya tetap pada menjaga ketersediaan air baku.

Baca Juga:   Sekolah Rusak di PPU, Wakidi Ungkap DPRD Sudah Anggarkan Perbaikan, Tinggal Diselesaikan

“Intinya kita cari cara supaya debit yang ada bisa ditahan lebih banyak. Jangan sampai air terbuang, tapi saat kemarau kita kekurangan,” pungkasnya.

(TN01)