SendawarTitiknolKaltim

Festival Lou Bentian 2026 Ditutup Meriah, Kolaborasi Adat, Pemerintah dan Perusahaan Perkuat Pelestarian Budaya

5
×

Festival Lou Bentian 2026 Ditutup Meriah, Kolaborasi Adat, Pemerintah dan Perusahaan Perkuat Pelestarian Budaya

Sebarkan artikel ini
Semangat kebersamaan antara masyarakat adat, pemerintah daerah, dan dunia usaha terlihat kuat dalam penyelenggaraan Festival Lou Bentian 2026, di Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat, Senin (8/6/2026).

TITIKNOL.ID, KUTAI BARAT – Festival Lou Bentian 2026 resmi ditutup dengan meriah di Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat, Senin (8/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara masyarakat adat, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam menjaga serta mengembangkan warisan budaya lokal.

‎Penutupan festival dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kutai Barat, Kamius Junaidi, bersama tokoh adat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), perangkat daerah, serta perwakilan perusahaan PT Trubaindo Coal Mining (TCM), PT Teguh Sinar Abadi (TIS), dan PT Bharinto Ekatama (BEK).

‎Kemeriahan acara diawali dengan parade budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Perwakilan kampung, sekolah, hingga Puskesmas menampilkan ragam kreativitas melalui atraksi budaya yang mencerminkan kekayaan tradisi masyarakat Bentian.

‎Busana adat, tarian tradisional, musik daerah, serta berbagai pertunjukan seni menjadi daya tarik utama yang memukau ratusan warga yang memadati lokasi festival. Suasana penuh kebersamaan terlihat sepanjang rangkaian acara penutupan.

‎Festival Lou Bentian sendiri berawal dari gagasan PT Indo Tambangraya Megah (ITM) yang semula ingin mendokumentasikan adat dan budaya masyarakat Bentian Besar dalam bentuk buku.

Namun seiring perkembangannya, ide tersebut bertransformasi menjadi festival budaya yang mampu menghadirkan ruang ekspresi sekaligus sarana pelestarian budaya secara lebih luas.

‎Melalui festival ini, masyarakat diberi kesempatan untuk menampilkan berbagai potensi budaya lokal, mulai dari seni tari, seni vokal, kerajinan tradisional hingga olahraga tradisional yang masih diwariskan secara turun-temurun.

‎Tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Berbagai produk UMKM dan ekonomi kreatif lokal dipamerkan selama festival berlangsung dan mendapat perhatian dari para pengunjung.

‎Penjabat Sekretaris Daerah Kutai Barat, Kamius Junaidi, mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Festival Lou Bentian 2026.

Baca Juga:   Retribusi Kebersihan di Kukar Bikin Bingung Warga, DLHK Tegaskan Belum Berlaku

Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan komitmen dan dukungan bersama agar tetap hidup serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

‎“Festival ini merupakan pertanda penting dalam membangun dan mengembangkan Lou Bentian sebagai pusat aktivitas budaya, adat istiadat, pariwisata, serta ekonomi masyarakat,” ujarnya.

‎Kamius berharap kolaborasi antara masyarakat adat, pemerintah, dan sektor swasta dapat terus diperkuat sehingga Festival Lou Bentian dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan dikenal luas.

Dengan demikian, festival ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

‎Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyerahkan cendera mata kepada para mitra yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan.

Acara kemudian ditutup dengan hiburan rakyat yang berlangsung meriah dan disambut antusias oleh masyarakat.

‎Festival Lou Bentian 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya masyarakat Bentian, sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Kutai Barat. (Ibnu/adv/diskominfo)