Prancis adalah para produsen coklat yang memproduksi coklat bar, coklat bubuk dan beragam olahan coklat lainnya.
TITIKNOL.ID, TANJUNG REDEB – Prancis kepincut komoditi kakao dari Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Negeri asal Napoleon Bonaparte ini dikenal sebagai pembuat coklat ternama.
Lita Handiri, Kepala Dinas Perkebunan Berau membeberkan, biji coklat fermentasi dari perkebunan Berau ditaksir oleh pembeli asal Negara Prancis.
Dia menyatakan, Prancis adalah para produsen coklat yang memproduksi coklat bar, coklat bubuk dan beragam olahan coklat lainnya.
Dan mereka berniat membeli biji kakao fermentasi dengan grade AA, atau yang paling terbaik.
“Ya, ada pihak dari Perancis yang mau membeli coklat Berau,” ujarnya yang dikutip pada Minggu (6/10/2024).
Kendati begitu, calon pembeli dari luar negeri tersebut tidak bisa langsung membeli hasil dari petani kakao yang berada di Berau, Kalimantan Timur.
Namun, mereka masih banyak mempertimbangkan banyak hal, di luar dari kualitas kakao Berau yang dipastikan tidak kalah saing dari daerah penghasil lainnya.
Seperti, mereka memastikan kesejahteraan petani, dan konsen dengan lingkungan. Kakao yang ditanam berada dikawasan khusus untuk perkebunan, dan tidak perlu menebang hutan.
Dan, mereka juga memerhatikan cemaran bahan kimia. Maksimal hanya sebanyak 3 persen.
“Konsumen luar, tidak mau jika terlalu banyak bahan kimia. Dan memperhatikan betul dimana tanaman itu ditanam. Jadi mereka konsen juga dengan lingkungan,” tuturnya.
Untuk saat ini, pihaknya masih menunggu uji lab, untuk menuju tahap ke pembelian dari pihak Prancis.
Sebelum dari pihak Prancis, terdapat negara Italia yang juga menawar produk kakao Berau. Dengan maraknya penjualan kakao Berau, diakui Lita, tidak sebanding dengan produksi dari petani.
Ia mengakui, per tahunnya, kakao yang dihasilkan hanya sebanyak 800 ton biji fermentasi dari luasan lahan 1.000 hektare di 6 sentra penghasil.
Diakuinya, pembeli dari luar negeri, siap menampung sebanyak-banyaknya, tetapi dari Berau memang belum menghasilkan produk sebanyak itu.
Saat ini, harga jual biji Kakao, yakni sebesar Rp 120 ribu per Kilogramnya. Sebelumnya, hanya menyentuh angka Rp 75 ribu.
“Kami terus mensosialisasikan, jika masyarakat memiliki lahan perkebunan, sisakan beberapa bagian untuk tanaman Kakao, karana potensinya sangat besar sekali. Apalagi, tidak sulit mencari pembeli dari konsumen nasional atau luar negeri,” ujarnya. (*)










