BerauTitiknolKaltim

Jalan Poros Berau-Bulungan Menurun, Solusi BBPJN Pemotongan Ketinggian agar Rata 

391
×

Jalan Poros Berau-Bulungan Menurun, Solusi BBPJN Pemotongan Ketinggian agar Rata 

Sebarkan artikel ini
JALAN POROS AMBLAS - Pihak BBPJN Kalimantan Timur memberikan terobosan, atasi amblasnya infrastruktur Jalan Trans Kalimantan poros Berau Kaltim–Bulungan yang menghambat arus lalu-lintas, Sabtu (29/3/2025). Langkah sementara yang dilakukan melakukan pemotongan, membuat rata jalan agar tidak ada ketinggian. (HO/BBPJN)

TITIKNOL.ID, BERAU – Pihak BBPJN Kalimantan Timur memberikan terobosan, atasi amblasnya infrastruktur Jalan Trans Kalimantan poros Berau Kaltim–Bulungan yang menghambat arus lalu-lintas, Sabtu (29/3/2025). 

BBPJN Kaltim atau Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Kalimantan Timur segera menangani jalan putus di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur yang menghubungkan dengan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Jalan Trans Kalimantan poros Berau Kaltim–Bulungan Kalimantan Utara yang sempat terputus tengah diupayakan tetap bisa digunakan selama musim Lebaran 2025.

Diketahui bahwa terputusnya ruas jalan itu usai jalan di Kilometer 14, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, mengalami penurunan.

Kondisi ini menyebabkan akses jalan tidak bisa dilintasi kendaraan baik roda dua, empat maupun kendaraan besar jenis truk.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.6 Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Kalimantan Timur (Kaltim), Ariesta Andayani Trihandoko, mengungkapkan bahwa cuaca hujan memang mempengaruhi.

Belum lagi faktor historis jalan ruas Tanjung Redeb sampai batas Bulungan yang merupakan kan eks logging.

“Pelapukan terjadi karena bekas kayu ditimbun, sehingga hujan yang turun ini juga mengakibatkan adanya penurunan jalan, yang terjadi saat ini. Makanya satu badan jalan full patah dan terjadi penurunan, itu menurut saya penyebabnya utamanya,” ungkapnya, Sabtu (29/3/2025) malam.

Ariesta mengatakan, penanganan sementara belum dilakukan penimbunan karena takut terjadinya penurunan jalan.

Apalagi, hujan masih mengguyur sehingga rawan terjadi lumpur dan beban tetap ketika dilakukan penimbunan.

“Langkah di lapangan, kami turunkan malam ini alat berat (ekskavator). Tim melakukan cutting, badan jalan yang tinggi itu agar selevel dengan badan jalan yang turun itu, agar mobil bisa lewat dan tetap fungsional,” jelasnya.

“Saat ini sudah bisa dilalui dengan kondisi sementara agar bisa mengurai kemacetan panjang,” imbuhnya.

Baca Juga:   Resmi Diusung KIM Plus di Pilgub Jakarta, RK Singgung Anies hingga Ahok

BBPJN Kaltim akan terus mengawasi agar kendaraan yang mengangkut logistik serta pemudik antara kota dan provinsi tetap dapat melalui ruas jalan nasional ini.

Ia akan standby hingga H+7 mudik karena kejadian seperti ini tetap berulang terjadi dan mengawasi agar para pengendara lancar serta aman dalam melintas selama musim mudik dan arus balik.

“Ya, harus sigap membangun negara, katakanlah seperti itu. Kami tetap terus standby disini dan maksimal bekerja agar pengendara lancar melalui jalan ini,” ucap Ariesta.

Ariesta juga mengatakan bahwa Kilometer 21 juga telah tertangani pada Desember 2024, namun tetap ada titik baru yang muncul Jalan Trans Kalimantan poros Berau–Bulungan ini.

Ia juga mengungkapkan ada 24 titik longsor yang mestinya ditangani, namun demikian pihaknya tentu menunggu anggaran pada tahun 2025 ini untuk segera ditangani.

Meski, ada instruksi efisiensi, BBPJN Kaltim melalui pimpinannya disini tetap berupaya agar jalan poros Kalimantan mendapat porsi anggaran untuk penanganan infrastruktur jalan.

“Terus terang saja, pantauan kami ada 24 titik longsor yang mesti ditangani. Ruas jalan yang kami monitor dari Simpang Tiga Maluang sampai ke batas Bulungan ada titik yang sudah teridentifikasi,” terangnya.

“Kendala membangun struktur agar tidak longsor berkaitan dengan dana, kini masih efisiensi, Kementerian PU juga kena. Masih wait and see, tapi mudah–mudahan ada tindak lanjut dari Pak Ka Balai ke Menteri PU agar mendapat prioritas penanganan permanen,” sambungnya.

Ia pun mengimbau pemudik agar memperhatikan rambu–rambu dan peringatan yang sudah dipasang oleh pihaknya.

Pemudik tetap memperhatikan ruas jalan di titik yang sudah teridentifikasi agar senantiasa menjaga laju kendaraannya sesuai plang peringatan.

“Cuaca ekstrem masih terjadi, tetap hati–hati di jalan, kondisi di ruas ini ada yang belum kami tangani. Tetapi rata–rata sudah kami beri rambu peringatan, pelang dan police line sudah dipasang, untuk pengguna jalan semau agar tetap ekstra hati–hati. Kami monitor terus,” tandasnya.

Baca Juga:   Dispusip PPU Kini Miliki 13 Ribuan Koleksi Buku

Ia juga terus berkoordinasi dengan semua stakeholder terkait termasuk Pemkab Berau dan Kaltara melaporkan terkait penanganan di lapangan.

“Saya terus koordinasi dengan semua pihak, sehingga mengetahui juga pergerakan kita di ruas jalan ini,” kata Ariesta. (*)