SangattaTitiknolKaltim

Sangatta Dikepung Banjir, Waspada Arus Deras hingga Air Keruh Lantaran Reptil Liar

62
×

Sangatta Dikepung Banjir, Waspada Arus Deras hingga Air Keruh Lantaran Reptil Liar

Sebarkan artikel ini
DITERKAM BUAYA LIAR - Warga Kutai Timur diterkam buaya di Sungai Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur pada Rabu 2 Oktober 2024 sore. Kala itu korban sedang memperbaiki mesin alkon yang rencananya akan menyedot air dari Sungai Bengalon, Kutai Timur. 

Sangatta kembali dalam status waspada. Perpaduan hujan ekstrem dan pasang air laut tidak hanya merendam pemukiman hingga setinggi pinggang, tapi juga membawa ancaman predator yang mengintai di balik keruhnya air banjir

TITIKNOL.ID, SANGATTA – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur sejak Jumat (6/2/2026) dini hari kembali melumpuhkan wilayah Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.

Perpaduan antara luapan Sungai Sangatta dan fenomena pasang air laut membuat debit air naik signifikan, merendam ratusan rumah di dua kecamatan utama: Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

Kondisi paling kritis terpantau di Desa Sangatta Selatan dan Kelurahan Singa Geweh. Di titik terparah, seperti Jalan Masgo Rukun (RT 02, 03, dan 06), ketinggian air telah mencapai pinggang orang dewasa atau sekitar satu meter.

Merespons cepat situasi ini, jajaran Polsek Sangatta Utara langsung menerjunkan personel Bhabinkamtibmas untuk melakukan penyisiran door-to-door sejak pukul 09.00 Wita.

“Fokus utama kami adalah keselamatan warga. Kami menyisir titik-titik rawan untuk memastikan penduduk siaga melakukan evakuasi mandiri sebelum akses jalan benar-benar terputus oleh arus yang kian deras,” tegas Kapolsek Sangatta Utara, Iptu Alan Firdaus.

Ancaman di Balik Air Keruh 

Selain kerugian materiil, ancaman keselamatan jiwa menjadi atensi khusus Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto. Ia memperingatkan warga akan dua bahaya tersembunyi: korsleting listrik dan serangan hewan liar.

Sungai Sangatta dikenal sebagai habitat buaya muara yang kerap naik ke pemukiman saat debit air meningkat.

“Air yang keruh membuat predator sulit dideteksi. Kami mohon orang tua mengawasi anak-anak dengan ketat. Jangan biarkan mereka berenang atau bermain di air banjir. Jika melihat hewan berbahaya, segera menjauh dan lapor petugas,” imbau AKBP Fauzan.

Baca Juga:   Tertunduk Lesu, Mantan Kades dan Direktur BUMDes di PPU Digiring ke Mobil Tahanan Kejari

Petugas di lapangan, termasuk Aiptu Parlin Jaya, juga terus mengingatkan warga untuk segera mematikan aliran listrik di rumah yang mulai tergenang guna menghindari risiko sengatan listrik yang fatal.

Keselamatan di Tengah Cuaca Ekstrem

Menariknya, di tengah upaya penanggulangan bencana, Polres Kutim tetap menyelipkan sosialisasi Operasi Keselamatan Mahakam 2026. Polisi mengingatkan bahwa cuaca ekstrem tidak hanya membawa risiko banjir, tetapi juga membuat jalanan licin dan berbahaya bagi pengendara.

“Kami ingin hadir di tengah masyarakat untuk memastikan edukasi keselamatan sampai ke akar rumput, baik itu keselamatan dari bencana maupun tertib berlalu lintas,” tambahnya.

Bagi warga yang menghadapi situasi darurat atau membutuhkan bantuan evakuasi segera, Polres Kutim mengimbau untuk menghubungi Layanan Polisi 110. Layanan ini tersedia 24 jam dan bebas pulsa dari seluruh operator seluler.

(*)