Sangatta

Kasus Penyakit Gondongan di Kutai Timur Kaltim Meningkat, Orang Dewasa Juga Bisa Kena  

437
×

Kasus Penyakit Gondongan di Kutai Timur Kaltim Meningkat, Orang Dewasa Juga Bisa Kena  

Sebarkan artikel ini
GONDONGAN DI KUTIM - Ilustrasi bentuk penyakit gondongan. Warga Kutai Timur diharapkan waspada akan bahaya penyakit menular gondongan. Lantaran saat ini kasusnya mengalami tren kenaikan. (emedihealth.com)

TITIKNOL.ID, SANGATTA – Warga Kutai Timur diharapkan waspada akan bahaya penyakit menular gondongan. Lantaran saat ini kasusnya mengalami tren kenaikan. 

Dipaparkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur, berdasarkan catatan Juli 2024, kasus gondongan sentuh angka 26 kasus.

Kemudian disusul pada Agustus 2024 mengalami kenaikan 81 kasus.

Paling tinggi di catatan bulan September 2024 hingga sentuh angka 233 kasus.

Kalau bulan Oktober 2024 sampai sekarang ini masih di angka 147 kasus.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Bahrani Hasanal, kasus gondongan yang disebabkan oleh virus itu menyerang kepada anak-anak sekolah di tingkat SD dan SMP.

Namun tidak tertutup kemungkinan, mereka yang berusia dewasa juga ada yang terkena gondongan.

“Untuk orang dewasa kasusnya biasanya hanya satu sampai tiga orang saja,” ungkapnya. 

Oleh sebab itu, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur terkait penanganan kasus gondongan yang meningkat beberapa bulan ke belakang ini.

Karena itu, bagi siswa yang terkena sakit gondongan diminta untuk isolasi mandiri di rumah, alias libur sekolah saja sampai dinyatakan sembuh dari penyakit gondongan.

Lantaran penyakit gondongan ini menular, bisa menularkan via air liur sehingga dikawatirkan jika tidak langsung isolasi maka kasus tersebut akan meningkat.

Sedangkan bentuk pencegahannya dapat dilakukan melalui penggunaan masker dan harus rutin cuci tangan.

“Ini kan virus jadi bisa menular melalui droplet atau cipratan air liur,” terangnya.

Sedangkan ciri-ciri orang yang terkena penyakit gondongan berupa demam atau suhu tubuh yang tinggi disertai batuk-batuk dan pilek serta adanya bengkak terhadap kelenjar ludah.

Sehingga tampak dari luar fisik, area telinga dan leher mengalami pembengkakan.

Kebanyakan menyerang anak-anak karena anak-anak memiliki imun yang lebih rendah ketimbang orang dewasa. (*)

Baca Juga:   Alasan Gerindra Dukung Neni Moerniaeni-Agus Haris di Pilkada Bontang 2024, Nasdem Diprediksi Ikut