TITIKNOL.ID, SANGATTA – Pantai Kenyamukan di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur dianggap bahaya karena terapat satwa liar buaya, bagi pengunjung tetap waspada.
Hal ini dibeberkan oleh Staf UPTD PPI Sangatta, Maidah yang dikutip Titiknol.id pada Minggu (5/1/2025).
Belakangan ini Pantai Kenyamukan sering dikunjungi wisatawan. Jumlah kunjungan mengalami peningkatan. Ini tidak terlepas faktor ditutupnya Pantai Teluk Lombok karena alasan telah terjadi terkaman buaya liar ke pengunjung.
Namun, meski demikian, Pantai Kenyamukan juga dianggap sama sebagai habitat buaya liar.
Pengunjung Pantai Kenyamukan dilarang untuk berenang.
Untuk mempertegas daerah terlarang, pengelola Pantai Kenyamukan memberikan papan informasi peringatan keras.
Bertuliskan “Waspada ada Buaya” dantulisan “Hati-hati! Kawasan Ini Merupakan Habitat Buaya”.
Kondisi ini direspons sebagian pengunjung dengan acuh. Tidak mengindahkan papan peringatannya.
Masih saja ada yang terlihat pengunjung berenang dan melewati bibir pantai bersama keluarga serta anak-anak mereka.
“Sebenarnya dilarang berenang. Karena manjadi habitat buaya. Tapi kadang kan, orang dikasi tahu tapi tidak mau,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, dibuatlah pos penjagaan Pantai Kenyamukan yang terdiri dari personil Polairud, TNI AL, Basarnas, hingga petugas kesehatan, demi memastikan keamanan di Pantai Kenyamukan.
“Posnya sudah ada dari seminggu sebelum tahun baru, sampai seminggu sesudah tahun baru. Tapi sekitar jam 5 atau 6 sore kita imbau pengunjung untuk naik ke darat, karena biasanya itu aktifnya buaya,” bebernya. (*)












