BalikpapanTitiknolKaltim

Wawali Balikpapan Bagus Susetyo Paparkan Kendala Pemadaman Kebakaran di Karang Bugis 

421
×

Wawali Balikpapan Bagus Susetyo Paparkan Kendala Pemadaman Kebakaran di Karang Bugis 

Sebarkan artikel ini
KEBAKARAN DI BALIKPAPAN - Wakil Walikota Balikpapan, Bagus Susetyo memberikan edukasi pasca-kebakaran di kawasan rumah penduduk Karang Bugis, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (28/3/2025). 

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Wakil Walikota Balikpapan, Bagus Susetyo memberikan edukasi pasca-kebakaran di kawasan rumah penduduk Karang Bugis, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (28/3/2025). 

Dia menegaskan, menjelang lebaran Idul Fitri, sebaiknya warga cek tentang kondisi rumah atau ruko dan bangunan lainnya.

“Cek listrik, kompor gas bagaimana keadaannya,” kata Bagus Susetyo. 

Menurutnya, cegah dari potensi bencana kebakaran langkah yang penting, sebab bencana kebakaran bisa menimpa siapa saja dan dimana saja.  

“Mitigasi bencana sudah disampaikan oleh BNPB. Dari kejadian, jumlah korban, hingga dampaknya, semua sudah terpantau,” ujarnya.

Mengenai kebakaran di Karang Bugis, dirinya mewakili Pemkot Balikpapan mengucapkan duka cita dan melakukan respons cepat untuk meringkankan beban para korban kebakaran. 

“Kami langsung menyiapkan bantuan untuk warga terdampak, seperti selimut, beras, kebutuhan pokok, family kit. Serta perlengkapan sekolah, termasuk sepatu bagi anak-anak. Ini sudah menjadi standar mitigasi tanggap darurat kami,” beber Bagus Susetyo.

Petaka kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk Karang Bugis tersebut berhasil dipadamkan memakan waktu sekitar 30 menit.

Namun kala itu, tim pemadam sempat menghadapi kendala penyambungan selang hingga 800 meter karena lokasi kebakaran berada di area dataran tinggi serta susah akses masuk kendaraan besar. 

“Saya mengapresiasi BPBD, Dinas Sosial serta seluruh pihak, termasuk Pak Lurah, Pak RT, dan Pak Camat, yang bertindak cepat,” tuturnya.

Biasanya, dalam kejadian seperti ini banyak warga yang hanya menonton.

“Padahal yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa membantu mengatasi situasi,” ujarnya. (*)