TITIKNOL.ID, TANJUNG REDEB – Kantor PLN Berau disambangi massa yang mengatasnamakan mahasiswa. Selain itu juga ada dari pemuda dan elemen warga lainnya.
Mereka ini berunjuk rasa ke PLN lantaran adanya pemadaman listrik atau mati lampu, Rabu (18/9/2024) dini hari.
Lokasi unjuk rasa tersebut di Jalan S.A Maulana, tepat depan Kantor PLN Berau.
Para pengunjuk rasa terlihat membakar ban dan memblokade jalan tersebut. Imbas listrik yang padam sekitar tujuh jam sejak sore hingga tengah malam di Berau pada Selasa 17 September 2024 hingga Rabu 18 September 2024.
Sekitar puk 03.30 Wita, listrik di Berau berhasil nyala. Setelah aksi bakar ban dilakukan, ratusan pendemo memasuki halaman Kantor PLN dan memaksa masuk ke dalam kantor dengan mendobrak pintu kaca kantor tersebut.
Namun aparat kepolisian berusaha menjaga pintu agar para pendemo tidak dapat masuk ke kantor tersebut. Para pendemo juga merusak beberapa fasilitas yang ada di Kantor PLN seperti pagar besi dan papan informasi.
“Dalam waktu 10 menit jika pimpinan PLN tidak datang kami akan memaksa masuk ke dalam,” ujarnya mahasiwa yang memimpin demo.
Aparat kepolisian telah menghubungi Manager PLN Berau, dan pimpinan PLN bersedia datang. Namun para pendemo diminta untuk tetap tenang dan tertib.
Para pendemo juga meminta kompensasi pembayaran listrik akibat sering terjadi pemadaman listrik di Kabupaten Berau. “Apabila direktur PLN masih menjabat maka demo akan terus berlanjut,” ujar pendemo.
“Jika kita telat membayar listrik kita dipaksa masuk ke kantor ini, tapi ketika listrik mati kami yang memaksa masuk ke sini,” lanjutnya.
Sebelumnya, Manajer PLN Persero UP3 Berau, Rizki Rhamadan Yusup, mengatakan saat ini sedang terjadi gangguan kelistrikan yang mengakibatkan terganggunya sistem kelistrikan di sebagian pelanggan ULP Tanjung Redeb.
“Ditemukan ledakan pada panel kubikel PLTD sambaliung, maaf sekali tapi Saat ini petugas dalam perbaikan,” ungkapnya. “Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, terkait pemadaman dengan estimasi yang cukup lama ini,” tutupnya.
Sri Juniarsih Dukung Unjuk Rasa Mahasiswa
Bupati Berau, Sri Juniarsih menegaskan, dirinya mendukung aksi demonstrasi di depan Kantor PLN UP3 Berau, pagi dini hari (18/9/2024). Menurutnya itu aksi kekecewaan masyarakat dan dia sangat mendukung.
Menurutnya, PLN UP3 Berau perlu mendapatkan teguran langsung dari masyarakat agar berbenah. “Saya sudah komplain langsung, sudah meminta mereka mencari solusi, ternyata ada kondisi panel mereka yang rusak,” katanya, Rabu (18/9/2024).
Ia juga mengatakan, jika dirinya kebetulan keluar rumah saat aksi demonstrasi. Ia juga tidak segan untuk ikut aksi.
“Saya jalan tadi malam, tapi demonya tengah malam, enggak ketemu. Kalau ada (demo) pas saya lewat, saya juga mau ikut,” tegasnya.
Ia juga mengakui, khawatir ada manuver politik dari pihak lain yang menggiring padamnya listrik akibat pemerintahannya. Sebab itu, tegas Ia mengatakan bahwa PLN UP3 Berau itu perusahaan milik negara, bukan milik daerah.
“Kalau tadi PLN itu punya daerah atau OPD, bisa saya tekan, saya kasih anggaran untuk beli mesin. Tapi kan mereka BUMN tidak bisa saya tekan, saya juga marah,” tutupnya.
Sekadar diketahui, pasokan listrik PLN UP3 Berau juga berasal dari tiga pembangkit yang dibangun Pemkab Berau dalam konsorsium dan Pemkab Berau sebagai pemegang saham mayoritas.
Reaksi PLN
PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Berau telah berupaya cepat dalam melaukan pemulihan sistem kelistrikan Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur.
Hal itu sempat mengalami gangguan di PLTD Sambaliung, pada Selasa (17/9/2024) malam, sejak pukul 21.00 Wita hingga 03.00 dini hari, Rabu (18/9/2024).
Sehingga menyebabkan padam berjam-jam dan menimbulkan massa yang berdemo di kantor PLN UP3 Berau.
Manager PLN UP3 Berau, Rizki Rhamdan Yusup mengatakan, pihaknya sudah berusaha melakukan pemulihan sistem kelistrikan di beberapa kota Tanjung Redeb.
Adapun sebelum terjadinya gangguan tersebut tengah dilakukan pemeliharaan pada PLTU Lati yang mengakibatkan terjadi penurunan daya mampu pembangkit sebesar 6 Mega Watt pada sistem kelistrikan Tanjung Redeb.
“Jadi memang kami tengah melakukan pemeliharaan, setelahnya kejadian itu terjadi. Itulah yang menimbulkan padam lebih lama,” ungkapnya pada Rabu (18/9/2024).
“Tim di lapangan langsung bergerak cepat untuk melakukan upaya pemulihan kelistrikan akibat gangguan di PLTD Sambaliung. Alhamdulillah secara bertahap sistem kelistrikan berhasil dipulihkan hingga normal secara 100 persen,” sambungnya.
Pihaknya menambahkan, saat kejadian sistem proteksi PLN sudah bekerja secara otomatis memutus aliran listrik dari pembangkit dan membuat sistem kelistrikan non aktif.
“Sistem proteksi PLN bekerja saat gangguan tersebut untuk mengamankan sistem kelistrikan dari dampak kerusakan yang lebih besar,” tambahnya.
Rizky juga menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan evaluasi terhadap penyebab gangguan yang terjadi sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan serupa di kemudian hari.
“Kami pun mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar PLN dapat terus menghadirkan kelistrikan yang andal di Tanjung Redeb dan sekitanya,” ujarnya. (*)










