TITIKNOL.ID, NUUK – Kini Greenland secara resmi untuk pertama kalinya punya Duta Besar Arktik pada Jumat 11 April 2025. Greenland sendiri masih bagian dari daerah otonomi negara Denmark.
Mengutip dari Reuters: Greenland appoints first Arctic ambassador, pledges sustainable development, 12 April 2025.
Penunjukan Duta Besar Arktik oleh Greenland setidaknya biasa disimpulkan memiliki dua tujuan, yakni:
- Membangun ekonomi berkelanjutan
- Mewujudkan transisi energi hijau
Posisi duta besar Arktik ini bertugas untuk memajukan pembangunan ekonomi berkelanjutan masyarakat adat.
Selain itu juga mewujudkan transisi energi hijau di kehidupan masyarakat kawasan Arktik.
Belakangan ini Presiden Amerika Serikat, Donald Trump akan mengambil alih, menguasai pulau semi otonom Denmark, Greenland. Termasuk negara-negara kuat pun juga akan kuasai kawasan Arktik seperti di antaranya China dan Rusia.
Munculnya keinginan untuk kuasa Arktik tidak terlepas dari potensi sumber daya alam yang menjanjikan. Kawasan Arktik menyimpan bahan bakar fosil dan mineral di bawah tanah dan dasar laut yang bisa jadi keuntungan bagi mereka yang menguasai di tengah tantangan isu pemanasan global.
Bagi Amerika Serikat sendiri, area Arktik dianggap sebagai hal penting bagi keamanan dunia, termasuk untuk sistem peringatan dini terhadap serangan nuklir. Bagi Kremlin, Arktik adalah zona kepentingan strategis Rusia.
Soal Dewan Arktik sendiri, tidak membahas keamanan militer tetapi berfungsi sebagai wadah untuk kolaborasi pada isu-isu seperti polusi, pembangunan ekonomi, dan misi pencarian dan penyelamatan.
Dewan Arktik ini terdiri dari delapan negara Arktik:
- Amerika Serikat;
- Kanada;
- Norwegia;
- Finlandia;
- Swedia;
- Denmark;
- Islandia;
- dan Rusia.
Dalam sebuah acara di Nuuk, ibukota Greenland, Menteri Luar Negeri Greendland, Vivian Motzfeldt menjabarkan soal area Arktik yang harus diperjuangkan negaranya.
Di antaranya memajukan pembangunan ekonomi berkelanjutan, kesehatan mental, kesetaraan gender, dan pemberdayaan masyarakat adat Arktik.
Ulrik Pram Gad, seorang akademisi di Institut Studi Internasional Denmark, mengatakan, posisi Greenland yang menempatkan pada jabatan Ketua Dewan Arktik jadi langkah tepat untuk membendung pengaruh Donald Trump yang belakangan ini mencoba merayu warga Greenland untuk memilih bergabung dengan negara Amerika Serikat.
Langkah Dewan Arktik untuk menangkal agenda Presiden Donlad Trump atas Greenland.
Adanya dewan Arktik, Greenland bisa membangun negara kesejahteraan yang menghormati kesetaraan dan keberagaman masyarakat adat sambil mengamankan transisi hijau untuk memerangi perubahan iklim.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah mendorong 57 ribu penduduk Greenland untuk memutuskan hubungan dengan Denmark.
Donald Trump membujuk Greenland agar pilih saja bergabung dengan Amerika Serikat daripada harus dengan Denmark.
Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen mengatakan kepada Reuters, bahwa Greenland akan memperkuat hubungannya dengan Denmark hingga mencapai kedaulatan sendiri, memilih merdeka, tidak lagi jadi bagian otonom negara Denmark.
Kenneth Hoegh, kepala perwakilan diplomatik Greenland di Washington, ditunjuk sebagai duta besar Arktik, yang mewakili Kerajaan Denmark.
Alasan penunjukan itu untuk mengurusi bidang urusan luar negeri tetapi ini kemudian jadi timbulkan gesekan antara Greendland dan Denmark.
Hal ini dilatarbelakangi, Greenland menolak duta besar dari orang Denmark, harusnya dipegang oleh orang Greenland langsung.
Pada Januari, pemerintahan Trump belum menunjuk duta besar Arktik karena Mike Sfraga telah mengundurkan diri, penggantinya belum ada.
Selain itu, sebelumnya, Dewan Arktik pun dipertanyakan perannya oleh tujuh negara barat yang notabene sebagai anggota NATO.
Dewan Arktik dianggap tidak memberi dampak pada kedamaian dunia yang kesannya tidak bisa menghentikan Rusia yang invasi ke Ukraina. Sebab Rusia itu masuk bagian dari anggota negara Arktik. Semestinya, dewan arktik harus bisa membujuk Rusia untuk tidak lakukan invasi militer ke sebuah negara tertentu.
Untuk pengertiannya sendiri, Dewan Arktik adalah organisasi tinggi antar pemerintah yang mempromosikan kerja sama, koordinasi, dan interaksi antar negara Arktik.
Dewan Arktik sendiri didirikan berdasarkan Deklarasi Ottawa 1996 dan beranggotakan delapan negara yaitu Rusia, Kanada, Amerika Serikat, Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Islandia. (*)












