TitiknolKaltara

Bergelut COVID-19 di Awal Pemerintahan, Kini Berlari Capai Visi Berubah Maju Sejahtera

152
×

Bergelut COVID-19 di Awal Pemerintahan, Kini Berlari Capai Visi Berubah Maju Sejahtera

Sebarkan artikel ini

Cuplikan layar ketika GUbernur Kaltara Zainal A Paliwang mengikuti sesi wawancara dengan stasiun televisi nasional, Kamis (14/9/2023). DKISP

TITIKNOL.ID, TANJUNG SELOR – Sejak dilantik 15 Februari 2021 lalu, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs H Zainal A. Paliwang dan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Dr Yansen TP terus berupaya membangun provinsi ke-34 Tanah Air ini.

Upaya pembangunan itu, kata Gubernur harus dilakukan di mana waktu itu provinsi ke 34 ini harus menghadapi situasi COVID-19.

“Alhamdulillah berkat kerja sama yang baik sehingga mampu menekan angka COVID-19,” kata Gubernur.

Ia menambahkan, Kaltara merupakan provinsi yang dimekarkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 yang disahkan pada 25 Oktober 2012. Provinsi ini masuk dalam daftar daerah tertinggal sehingga para stakeholder di dalamnya harus mampu menjawab tantangan itu melalui berbagai program pembangunan.

Seperti adanya sepuluh program prioritas guna mencapai sasaran pembangunan di daerah. Sepuluh program prioritas pembangunan yang dicanangkan kini sudah mulai berjalan sesuai dengan visi dan misi pemerintah.

“Sekarang ini ada 10 progress pembangunan kita antara lain pembangunan PLTA Sungai Kayan dan Mentarang, Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI), Mewujudkan ketahanan pangan, Meningkatkan konektivitas kawasan daerah terpencil, perbatasan dan pedalaman, Membangun Desa Menata Kota,” kata Gubernur.

Selain itu ada juga peningkatan pembangunan infrastruktur Desa dan Kelurahan di seluruh kabupaten dan kota di Kaltara. Pembangunan ekonomi melalui Verifikasi produk unggulan yang kompetitif.

Meningkatkan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan wajib belajar 16 Tahun. Pembangunan balai latihan dan perluasan lapangan kerja, memberikan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta memberikan tunjangan perbaikan penghasilan bagi aparat Desa dan RT di Daerah Perbatasan, Pedalaman, serta perkotaan sesuai dengan kemampuan Keuangan Daerah.

Baca Juga:   Berprestasi, Puluhan Personel Polda Kaltara Diberi Penghargaan 

Ia juga menerangkan tentang di Provinsi Kaltara terdapat salah satu Proyek Straregis Nasional (PSN) yaitu pembangunan Kawasan Industri Hijau (KIHI) yang akan menjadi kawasan Industri Hijau terbesar di dunia.

Di mana kawasan yang menjadi pilot project Green Industrial Park di Indonesia akan menghasilkan produk berupa Petrochemical, Electronic Alumine, Steel, New Energy Batteray, Industrial Silicon, Polycrysalline Silicon, Solar Panel.

Proyek Ini di dukung dengan pembangunan PLTA Kayan dan Mentarang yang akan menyuplai energi ke Kawasan Industri sehingga energi yang di gunakan juga benar benar hijau.

Gubernur menceritakan bahwa ada salah satu wilayah Kaltara yaitu Krayan untuk menjangkaunya hanya bisa menggunakan moda transportasi udara dan sudah sejak Indonesia merdeka belum bisa tembus.

“Tapi Alhamdulillah kemarin saya ke sana menggunakan transportasi darat (bermotor) dan sekarang sudah tembus,” ujarnya.

Guna menjamin semua pembangunan yang dilakukan tetap berjalan, Gubernur menegaskan Pemprov Kaltara akan terus melakukan monitoring dan evaluasi, serta kerjasama dan sinergi stakeholder yang ada dan kabupaten/kota sehingga terwujudnya visi Provinsi Kaltara yang Berubah, Maju, dan Sejahtera.

“Monitoring dan evaluasi ini kita lakukan di setiap daerah secara terjadwal, yang dipimpin langsung Kepala Daerah, karena pembangunan yang saya dan Wagub usung adalah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota,” ujarnya Gubernur.

Gubernur menjelaskan ada beberapa program lain yang telah dilaksanakan seperti Subsidi Ongkos Angkut (SOA) barang dan orang untuk meringankan biaya transportasi dan logistik masyarakat ke perbatasan yang penganggarannya sebesar kurang lebih Rp15,5 miliar dari APBD.

Ada lagi Program Layanan Dokter Terbang Kalimantan Utara (Pro LenteraKU) yaitu Pelayanan Dokter spesialis yang bersifat sambut bola kepada masyarakat kawasan Perbatasan. Peningkatan Layanan Dokter terbang meliputi Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dokter Spesialis Penyakit Mata, Dokter Spesialis Kulit, Dokter Spesialis Anak yang dapat menghemat biaya masyarakat untuk berobat hingga Rp35.493.410.895 dalam tiga tahun pelaksanaannya.

Baca Juga:   Gubernur Kaltara Minta Pawai Perahu Hias Dirutinkan

Ditanyai tentang pengembangan sektor pertanian khususnya bagi kaum milenial, Gubernur menjelaskan sangat mendukung penuh. Karena itu bisa menjadi pembangkit semangat untuk tumbuh khususnya bidang pertanian.

“Kita tau dengan mereka (kaum milenial) berkecimpung disektor pertanian maka mereka akan mendapatkan income yang tentunya dapat membantu pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Gubernur menjabarkan komoditas andalan Kaltara seperti rumput laut, bandeng, udang windu, kepiting bakau, batu bara, kelapa sawit. Sedangkan untuk produk UMKM seperti batik khas Kaltara, madu hutan, dan buah mangrove yang dapat dibuat sirup. (dkisp/red)