News google
Berau

BPBD Berau Imbau Warga untuk Rajin Gali Informasi Cuaca BMKG

×

BPBD Berau Imbau Warga untuk Rajin Gali Informasi Cuaca BMKG

Sebarkan artikel ini
WASPADA PERUBAHAN IKLIM - Ilustrasi hujan rintik turun dengan kombinasi cahaya matahari yang bersinar di Kalimantan Timur. BPBD Berau memberikan imbauan kepada masyarakat di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur perihal kondisi cuaca. Untuk rajin menggali informasi soal prakiraan cuaca sebagai antisipasi terhadap potensi bahaya bencana. (Titiknol.id)

TITIKNOL.ID, TANJUNG REDEB – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau memberikan imbauan kepada masyarakat di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur perihal kondisi cuaca. 

Beberapa hari sebelumnya, muncul angin puting beliung membuat rumah beberapa warga terkena dampak, rusak. Ke depan perubahan iklim berpotensi selimuti cuaca Kabupaten Berau. 

Dikutip oleh Titiknol.id, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPB Berau, Nofian Hidayat, menyebut pada Rabu (29/5/2024).

Dia katakan, mengacu pada data prakiraan cuaca di BMKG disebutkan Kabupaten Berau dalam keadaan transisi cuaca, masuk ke musim kemarau. 

Akan tetapi keadaan musim kemarau ini yang terjadi mengalami hujan sedang yang bisa berpotensi munculkan petaka banjir atau tanah longsor. 

Tentu saja hal tersebut meleset dari prakiraan BMKG. Sebab analisis dari BMKG, situasi Kabupaten Berau cuaca hujan diprediksi bakal terjadi di Oktober sampai Desember. 

Karena itu, tegas Nofian, masyarakat Kabupaten Berau harus rajin saban hari menggali informasi tentang prakiraan cuaca.

“Peran pemerintah, baik di daerah, kecamatan, hingga tingkat RT mesti aktif berkoordinasi terkait antisipasi bencana alam ini,” ujar Nofian. 

Seyogyanya melihat kondisi seperti apa cuaca hari ini dan mendatang, sebagai gambaran untuk pemetaan keadaan bagi masyarakat Berau. 

Selanjutnya, Nofian mengimbau agar warga bisa rajin dan inisiatif mencari informasi mengenai prakiraan cuaca terkini.

“Cari informasi prakiraan cuaca beberapa hari ke depan, baik dari situs ataupun sosial media resmi BMKG,” ungkap Nofian. (*)